Dari sebuah inisiatif kecil di Bandung tahun 2004, hingga jaringan kerja sama lintas institusi yang menjangkau berbagai bidang hari ini.
Yayasan Sarana Bhakti Mulya tidak lahir dari ruang rapat besar atau modal yang melimpah. Ia lahir dari pertemuan-pertemuan sederhana sekelompok masyarakat Bandung yang resah melihat kebutuhan di sekitar mereka — dan memutuskan untuk berbuat sesuatu.
Lebih dari dua dekade kemudian, semangat itu masih sama. Yang bertambah hanyalah jumlah relawan, mitra, dan masyarakat yang ikut bergerak bersama kami.
Yayasan Sarana Bhakti Mulya resmi berdiri di Kota Bandung. Tiga bidang utama langsung ditetapkan sebagai fondasi pergerakan: sosial, kesehatan, dan pendidikan — dengan semangat pengabdian kepada masyarakat sebagai inti dari setiap kegiatan.
Yayasan menggelar bakti sosial pertama di kawasan padat penduduk Kota Bandung. Kegiatan ini melibatkan donasi pakaian, paket sembako, dan layanan kesehatan dasar — sekaligus menandai awal jaringan relawan YSBM dari berbagai kalangan.
Unit kerja pertama resmi dibentuk: KRBM (Komunitas Relawan Bantuan Medis). Bergerak di bidang sosial dan kesehatan, KRBM didukung oleh relawan profesional, mahasiswa, tenaga medis, dan farmasi. Program pertama: pengobatan gratis dan khitanan massal.
Memorandum kerjasama ditandatangani dengan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani dan Basarnas. Sinergi ini menjadi tulang punggung kegiatan tanggap bencana dan pelayanan medis YSBM hingga hari ini.
Unit kerja kedua dibentuk dengan fokus pada pendidikan, budaya, dan seni. LSP menjadi wadah pemerhati budaya untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan kreativitas generasi muda — mulai aktif di sekolah dan kampus se-Jawa Barat.
Unit kerja ketiga diluncurkan untuk merespons isu lingkungan yang semakin mendesak. BAR memulai program edukasi lingkungan, kampanye pelestarian alam, dan pelatihan fotografi ponsel bertema lingkungan untuk generasi muda.
Masa pandemi menjadi ujian besar. KRBM mengaktifkan respon darurat — menyalurkan paket sembako, masker, dan layanan tele-konsultasi gratis ke ribuan keluarga terdampak di Bandung Raya dan sekitarnya. Kolaborasi dengan PMI dan Basarnas semakin erat.
Pasca pandemi, banyak pelaku UMKM butuh dukungan untuk bangkit. YSBM merespons dengan meluncurkan unit keempat: RMW — fokus pada pelatihan kewirausahaan, edukasi bisnis modern, dan pendampingan UMKM agar mampu bertahan dan berkembang.
YSBM memperluas program ke lebih banyak sekolah, kampus, dan komunitas di seluruh Jawa Barat. Jumlah mitra strategis tembus angka 50+ — meliputi instansi pemerintah, akademisi, perusahaan, dan komunitas masyarakat.
Hari ini, YSBM aktif menjalankan empat unit kerja — KRBM, LSP, BAR, dan RMW — dengan dukungan lebih dari 50 mitra strategis dan ratusan relawan. Misi kami tetap sama: menjadi wadah kolaborasi masyarakat untuk kebaikan yang berkelanjutan.
Setiap unit kerja punya momen kelahiran yang menjadi tonggak penting bagi yayasan.
"Sebelas tahun, dua dekade, atau seratus tahun — angka hanyalah angka. Yang nyata adalah setiap senyum yang kami abadikan dalam perjalanan ini."
— Pengurus YSBM